Dahsyatnya Memahami Seruan Adzan

Bisma 2

Seringkali seruan adzan diabaikan oleh umat muslim. Sekedar  hanya rutinitas penanda waktu tiba sholat.

Sebagaimana contoh seperti sekarang ini karyawan/buruh di siang hari sewaktu adzan berkumandang mereka malah sibuk ke kantin atau makan terlebih dahulu, dengan dalih “kalo laper, sholat gag konsen, mending makan dulu.” (nyindir diri sendiri).

Lah.. lah.. piye to? Apakah selama bulan Ramadhan mereka gag konsen sholatnya? Padahal setau saya, disitulah salah satu manfaat ibadah shaum/puasa, agar pada saat adzan berkumandang kita disiapkan untuk berSEGERA melaksanakan sholat berjama’ah di mesjid (tempat adzan berkumandang) dan meninggalkan sejenak saja urusan dunia.

Nah, kalo sudah begini ini jelas berdampak langsung pada mesjid itu sendiri. Bisa kita lihat, setelah bulan Ramadhan, setiap masuk waktu sholat dzuhur, sangat disayangkan mesjid itu malah sepi.

Dzuhur yg sudah masuk jam istirahat karyawan aja sepi, apalagi masuk ashar.

Padahal bila direnungi dan membuka hati, sungguh seruan adzan itu sangat berarti, menggugah hati dan maknanya berat.

1. الله اكبر
Allah Maha Besar
Tidak sekali, dua kali tapi empat kali. Seorang Muadzin mengingatkan pada kita. Bahwa di dunia ini tak satu pun yg lebih besar dan lebih penting daripada Allah. Mungkin bisa dimaknai bahwa diatas segala kepentingan urusan dunia, Allah itu masih jauh lebih besar kepentingannya.

Mungkin saat mendengarnya kita sedang sibuk dengan acara TV yg sedang menarik atau urusan bisnis yg bermilyar-milyar. Tapi semua itu adalah kecil karena ada perintah Allah Maha Besar untuk sholat.

Seberapa pun penting urusan dunia harus kita sisihkan karena kalimat ini harus bisa mengingatkan kita bahwa sholat, menghadap yg maha besar itu lebih penting.

2. اشهد ان لا اله الا الله
Tidak ada Tuhan selain Allah
Bila kalimat pertama tidak sanggup memalingkan kita untuk mendatangi seruan, kalimat kedua harusnya bisa dan sanggup.

Muadzin mengingatkan bahwa hanya Allah satu-satunya dzat yg boleh diper-tuan dan tuhankan oleh hati kita. Bukan urusan dunia dan pekerjaan kita, tapi men-tuhankan Dzat yg perintahnya lebih penting dari perintah apapun makhluq di dunia ini.

2. اشهد ان محمدا رسول الله
Bahwa Muhammad utusan Allah
Hey kalian yg mengaku pengikut Muhammad, yang mengklaim bahwa Muhammad itu utusan Tuhanmu. Tunjukkan dengan sholat berjamaah di mesjid, karena Muhammad yang telah kau ”klaim” itu selalu sholat berjamaah selama hidupnya.  Jawablah dan datangi adzan, karena itu wajib bagi kalian, sebagaimana bunyi hadist :

“Seorang buta mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “wahai Rasulullah aku tidak mempunyai seorang yang menuntunku ke masjid”. Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga boleh shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah bertanya: “apakah engkau mendengar panggilan adzan? Dia menjawab: “ya”. Lalu beliau berkata: “penuhilah!” (HR. Muslim no. 1044 “Al-Masaajid wa Mawadli’ Al-Shalah”. 63). cmiiw.

Coba baca tuh sampe 3x. Yang buta aja gag dikasih keringanan, apalagi yang sehat… iya nggag?

Betapa pentingnya sholat 5 waktu ini, ingat pada saat Muhammad telah dipanggil langsung kepada Tuhanmu.

Dan dia juga telah menawar jumlahnya agar kalian-kalian yg mengaku umatnya tidak keberatan menjalankanya.

Jaga nama baik Nabimu yg telah susah payah memperjuangkan keringanan dan menyiapkan syafaat bagi umatnya.

3. حي على الصلاة
Ayo Sholat (penuhi panggilan ini)
Setelah tahu tak ada satu pun di dunia yg lebih besar dan lebih penting dari Allah, ehh masih juga nongkrong?!!??

Katanya ingin mengharap syafaat Muhammad, katanya ingin mengharap ridho Allah,…  lha kok masih ndoprok!

Ayo sholat!

4. حي على الفلاح
Ayoo Raih Kemenangan Dan Keberuntungan
Penuhi panggilan adzan ini, lalu sholat berjamaah pasti beruntung berlipat-lipat daripada sholat sendirian.

5. لا اله الا الله
Tiada Tuhan Selain Allah
Sekali lagi, ini adalah ajakan untuk menaati perintah Allah. Dan tidak ada perintah yg lebih wajib ditaati selain perintah dari Allah.

Karena Dia yang Maha Besar! Dia lah Tuhanmu. Bukan urusan bisnis-mu, TV-mu atau uang-mu atau dunia-mu.

Semoga bermanfaat.

.

.

.

*kopas; http://roda2blog.com/2013/08/22/meresapi-kedahsyatan-seruan-adzan/


About this entry