Review Maha MH-C9000 WizardOne

Untuk menjaga independensi, review ini tidak ada hubungannya dgn para penjual barang tersebut. Hanya sekedar test & share.

-Maha MH-C9000

Agak terkejut lihat barangnya ketika bungkus sy buka. Tampilannya benar2 memperlihatkan kelasnya yang berbeda, terlihat jauh lebih eksklusif & kesan mahalnya kentara. Desainnya pintar & cukup minimalis. Saat dipegang yg terlihat jelas adalah bentuknya yang cukup besar, jauh lebih besar dari charger Maha MH-C204W yg sy punya sebelumnya. Untuk berat tidak seperti tampilannya, hanya sekitar 300 gram setelah sy timbang. Sangat ringan untuk ukuran sebesar “hard disk”.

Dengan kemampuan pengaturan yang berbeda untuk setiap slotnya (4 slot bekerja secara mandiri), serasa memiliki 4 charger & analyzer terpisah untuk baterai rechargeable NiCd /NiMH berukuran AA dan AAA. Fitur Top-Off & Maintenance Charging mengisi dengan arus yang sangat lemah untuk memastikan baterai terisi penuh tetapi tidak sampai lebih / over charge.

LCDnya cukup besar. Memang sebagian besar perhatian sy setelah menggunakan charger ini adalah ke LCD. Semua informasi ditampilkan secara digital, tidak lagi seperti charger2 yg lain yg hanya lampu LED berkedip hijau/kuning/merah. Informasi digital ditampilkan akurat, bahkan dengan charger ini sy dapat mengetahui kapasitas asli baterai yg baru & yg sudah lama sy gunakan. Menampilkan besarnya Charging Current Rate, Charging Time, Voltase, dan Kapasitas terisi secara digital dengan tepat dan jelas berkat adanya backlit LCD.

 

Beberapa mode dalam charger ini :
-Charge: mengisi baterai hingga penuh sesuai dengan charging rate pilihan anda. Cocok untuk pengisian baterai yang sering digunakan.

-Refresh & Analyze: mengisi baterai hingga penuh, setelahnya istrahat 1 jam, kemudian mengosongkannya dan kembali istirahat selama 1 jam. Proses berulang 4 kali dengan pengisian penuh pada tahap akhir beserta laporan analisa kapasitas baterai . Charging dan discharging rate dapat diatur sesuai pilihan anda.
Cocok untuk baterai yang telah disimpan lebih dari 2 minggu tetapi kurang dari 3 bulan atau baterai yang menunjukan kemampuan yang melemah.

-Break-In: dikenal juga dengan nama ‘IEC capacity measurement’ dan “Battery Forming”.
Mengisi baterai di 0.1C (charging rate sebesar 10 persen dari kapasitas penuh) selama 16 jam, istirahat 1 jam, kemudian mengosongkan di 0.2C (discharging rate sebesar 20 persen dari kapasitas penuh), lalu mengisinya kembali di 0.1C selama 16 jam.
Cocok untuk memaksimalkan kapasitas baterai baru atau baterai lama yang telah didiamkan lebih dari 3 bulan.

-Discharge: mengosongkan baterari sesuai dengan discharge rate pilihan anda.

-Cycle: melakukan siklus/cycle charge-discharge hingga 12 kali dengan penyimpanan data kapasitas discharge untuk setiap siklusnya. Mengisi baterai hingga penuh setelah cycle terakhir. Fungsinya memeriksa konsistensi kapasitas baterai.

Kemampuan charger ini sangat berlebih jika dibandingkan charger2 yg lain. Lebih dari 25 pilihan rate untuk charging / discharging membuatnya memiliki kemampuan ganda. Mau cepat charge nya pilih rate tinggi & jika mau baterai tahan lama pilih charge rate yang rendah.

*Ingat! Charger 15 menit dapat membahayakan baterai anda. Charging yang terlalu cepat menghasilkan panas berlebih sehingga baterai terisi lebih dari kapasitas optimalnya. Hal ini dapat merusak cell Ni-MH baterai rechargeable*

Cara terbaru untuk merawat dan memaksimalkan usia baterai :

Battery Matching

Mengapa kita membuang 4 baterai padahal hanya 1 baterai yang lemah..? Biasanya kita menggunakan sedikitnya dua baterai atau lebih secara bersamaan pada suatu alat. Lamanya pengoperasian alat tersebut dibatasi oleh baterai dengan kapasitas terendah. Dengan kata lain, satu baterai yang berkapasitas terlampau lemah akan mengurangi kinerja dan lamanya alat tersebut secara signifikan. Battery matching merupakan proses mengelompokkan baterai-baterai dengan kapasitas aktual yang setara. Untuk melakukan hal ini, gunakan mode Refresh & Analyze untuk menentukan kapasitas masing-masing baterai dan kemudian gabungkan baterai-baterai yang berkapasitas setara (berbeda maksimum +/- 5% dari kapasitas tiap baterai).

Battery Forming

Baterai baru atau baterai yang telah tersimpan dalam waktu yang lama akan mengalami senyawa kimia yang tidak aktif. Battery forming merupakan proses tiga tahap (charge-discharge-charge cycle) pengaktifkan kembali sel-sel yang tidak aktif dengan charging rate yang rendah agar kapasitas baterai dapat menjadi optimal. Dalam kasus tertentu, proses tersebut perlu diulangi hingga 2 sampai 3 kali. Battery forming dapat dilakukan dengan mode Break-In.

Dari segi keamanan, charger ini sudah dilengkapi kemampuan mengenali baterai rusak atau Alkaline yang tidak bisa di charge. Dengan Delta V Negatif terpisah, proteksi temperatur dan timer yang mencegah kelebihan (overcharging) dan kekurangan (undercharging) pengisian. Sehingga temperatur charger ini tidak akan terlalu panas menjaga keawetan baterai.

Tapi tidak semua sempurna, charger ini juga memiliki beberapa kekurangan.
Beberapa keterangan & informasi yang ditampilkan di LCD cukup membingungkan untuk beberapa orang awam / baru. Karena informasi yg diberikan begitu detail, sehingga berbeda dengan apa yg konsumen harapkan yaitu informasi yg simpel. Setelah beberapa kali penggunaan & konsultasi langsung dengan pihak Maha distributor resminya, barulah sy mengerti. Agak panjang untuk dijabarkan disini satu persatu mengenai informasi di LCD yg dapat membuat kita salah pengertian.
Untuk backlit LCD sendiri tidak ada tombol On/Off nya. LCD selalu nyala dalam posisi charge/discharge. Padahal harapan sy pada saat ditinggal semaleman LCD bisa istirahat.

Review lainnya bisa mampir ke : http://www.digitaldingus.com/reviews/maha/mhc9000/index.php


About this entry